Review Kalung Amber Beads

Banyak sekali hal-hal baru yang saya hadapi seputar tumbuh kembang si Alex. Seringkali hal-hal baru itu saya hadapi dengan panik..misalnya saat Alex sakit pertama kali di usia 2 bulan, karena saya dengar kalau anak bayi harus hangat, saya bedong dia setebal-tebalnya..akibatnya Alex panasnya malah tambah tinggi, saya langsung menangis sejadinya. Ada lagi ujian pertama ruam popok; Alex mendadak menderita ruam popok parah di usia 1 bulan, karena saya ketiduran dan telat mengganti popoknya. Alex menangis sepanjang sesi mandi, dan tidak bisa tenang saat minum susu..lagi-lagi saya ikutan nangis. Puji Tuhan, saya, suami dan Alex bisa melalui masa-masa pengenalan dan penyesuaian sampai sekarang..tapi perjalanan masih panjang. Nah, untuk topik pertumbuhan gigi pada anak bayi, ada beberapa gejala yang dikaitkan erat. Mencret, demam, suka gigit-gigit, tangan masuk ke mulut, ngileran..you name it. Saya sudah parno minta ampun…Beruntungnya, Alex tidak pernah mengalami gejala mencret dan demam selama masa tumbuh gigi; tapi dia suka banget masukkan tangan ke mulut dan menggigit-gigit apa saja..ngilu kali ya gusinya, dan kalau dilarang, dia akan throw tantrum…semacam bete gitu kalo kita sedang asyik browsing tiba-tiba kuota habis. Hahahaha.

Saya sudah coba beli berbagai macam teether untuk membantu melegakan..dari yang bentuknya bulat dan harganya murah, sampai yang bentuknya aneh-aneh dan harganya lumayan mahal, tidak ada yang benar-benar sukses melegakan si Alex.

Puncaknya saat Alex genap umur 15 bulan kemarin, Alex sakit batuk pilek dan demam. Ga doyan makan, ga mau minum susu, tangannya masuk ke mulut, wajahnya lesu dan marah-marah terus.  Setelah dua kali ke dokter, ternyata dia masuk angin, alergi dan ada tumbuh gigi. Pantes aja dia rewel banget…kasian banget.

Kebetulan besok harinya suami pergi melayat ke Jakarta dan dia dapat sharing dari tantenya kalau cucu si tante ini sedang banyak tumbuh gigi dan sedang dalam fase tantrum yang parah, sampai akhirnya dibelikan kalung amber beads dan tantrum si cucu jauh berkurang. Sebagai mami-mami masa kini, saya langsung browsing dan mengumpulkan informasi dan testimonial kalung amber beads ini. Siapa tau si kalung ini juga bisa membantu menenangkan Alex.

Kalung amber beads ini terbuat dari resin pohon ambar yang mengendap bertahun-tahun. Batu amber/ambar ini bisa berasal dari mana saja, namun yang paling populer berasal dari daerah Baltic, di daerah Scandinavian di Eropa sana. Tidak ada informasi scientific yang bisa saya temukan yang membuktikan kalau batu amber ini benar-benar bisa meredakan rasa nyeri, tapi karena saya sangat penasaran ingin membuktikan sendiri, saya cari toko-toko online yang menjualnya, karena setau saya di Semarang belum ada yang jual. Tidak sampai sejam, saya nemu toko online Amber Bead yang berbasis di Bali. Toko ini di endorse oleh beberapa artis mama muda, seperti Gisella (Gempi), Chelsea Olivia (Nastusha), dll; biasanya begitu melihat sistem endorse, saya mundur teratur, tapi untuk yang ini, saya periksa lebih lanjut dan ternyata artis endorsenya terus memakai kalung ini. So I came to conclusion, berarti kalungnya berguna dong, atau paling engga ada terasa manfaatnya.

Karena toko online Amber Bead ini melayani pembelian via Shopee, saya langsung cek model-model kalung dan gelang yang mereka tawarkan di Shopee. (Silakan dikepoin: https://shopee.co.id/amber_bead).

Pilihan saya jatuh di model kalung warna coklat. Kenapa kalung? Karena kalau gelang, saya bayangin akan lebih susah dipakai oleh Alex sepanjang hari…dia akan fully aware dan langsung tarik-tarik gelangnya, plus, karena tujuannya meringankan ngilu tumbuh gigi, saya pikir kalung letaknya lebih dekat dengan mulut/gusi, ya. Oya, saya juga pilih model yang paling simple dan yang paling murah (sekitar Rp. 190.000,-) karena saya pikir ini kan hanya coba-coba dulu.

Dan, setelah 2 minggu lebih pemakaian, I can say that Alex lebih tenang dan lebih jarang memasukkan tangan ke mulutnya, beside, Alex kelihatan lebih ganteng hahahaha…jadi sejauh ini saya happy dengan pembelian kalung amber beads ini. (8 out of 10).

Here is Alex dengan kalung amber beads nya:

amber bead 1Rekomendasi? Saya tidak fully rekomendasi ke semua ibu-ibu, karena tiap anak itu unik, saya belajar bahwa no size fits all kalo ngomong tentang anak. Tapi kalau untuk ibu-ibu yang open mind dan mau mencoba hal baru tanpa takut kehilangan uang minimal Rp. 190.000,-, saya sangat merekomendasikan kalung ini.  Oya, untuk menghindari resiko, saya gak lupa untuk melepas kalung pada saat si kecil tidur.

Semoga bermanfaat ya!

Advertisements

a Comeback, an Extra help and Working Mom Dilemmas

Untuk blog pertama comeback saya, saya bingung banget mau mulai dari mana…buanyak banget yang kepengen saya share; 18 months aint no short time right?

Setelah saya pikir-pikir, karena saya sekarang super sibuk dengan pekerjaan baru, anak pertama, kehamilan kedua dan project bisnis pertama saya; jadi saya berpikir untuk share (atau lebih tepatnya curhat ya…) seputar empat hal ini. Dan saya akan mulai dengan curhat working mom dilemma saya. Dibilang dilemma tapi bukan berarti saya ga happy ya..saya malah happy banget masih diberkati dengan pekerjaan dan kesempatan untuk aktualisasi diri di dunia pekerjaan. Tapi tetep ya, namanya seorang ibu, ada panggilan alam yang menurut saya ibu mana pun tetep akan mengalami suatu dilemma. Dilema panggilan ngasuh anak sendiri namanya…(maksa banget ngasi namanya, hehehe).

Sebelum saya mempunyai Alexander, anak pertama saya dan suami, saya menganut idealisme garis keras kalau dalam mengasuh anak, haruslah di handle sendiri, no nanny no day care. Mungkin karena saya sendiri dibesarkan langsung oleh orang tua saya ya, jadi rasanya wajib untuk meneruskan tradisi ini.

Well, setelah benar-benar hamil, idealisme di atas yang tadinya diakhiri dengan tanda seru, jadi berubah diikuti dengan tanda tanya.. banyak hal yang ada di pikiran saya dan jadi bahan pertimbangan sampai akhirnya memutuskan untuk merekrut tenaga tambahan: seorang babysitter/nanny.

Beberapa hal yang jadi pertimbangan saya dan suami pribadi:

1.       Keuangan keluarga
Mungkin terkesan terlalu mata duitan ya, tapi menurut saya, keuangan keluarga adalah salah satu pondasi utama dalam pembinaan keluarga karena faktor security seringkali berkaitan dengan keuangan keluarga.
Kalau keuangan keluarga baik, maka perencanaan kesehatan, pendidikan, asuransi sampai ke liburan dapat ditunjang dan menjadikan suasana keluarga yang less stress (bukan stress free).
Karena saya dan suami bertanggung jawab 50:50 dalam pemasukkan keuangan keluarga, maka akan sangat terasa ya kalau saya memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. So, untuk alasan keuangan keluarga, kami butuh tenaga bantuan.

2.       Waktu
Jujur saja, saya dan suami adalah tipe orang yang butuh ‘me time’lumayan banyak…dua-duanya introvert. Jadi apabila sudah di rumah, kami berdua butuh beberapa saat untuk bisa menikmati ‘me time’. Biasanya suami pergi berolah raga atau main game, kalau saya biasanya browsing  berita, gossip atau social media. Terdengar egois ya? Hanya 1-2 jam memang, tapi kami berdua memang kenyataannya butuh banget ‘me time’ ini.

Oya, ditambah lagi, saya ini tipe yang tidak suka menelpon/whatsapp/sms update keadaan ke suami pada saat jam kerja. Kalau tidak ada keperluan yang mendesak ya sepanjang hari saya bisa tidak memberikan kabar ke suami. Ehh, bukan karena ga kangen suami lho, tapi kalau sudah ngasih kabar, biasanya suka susah berhenti komunikasi dan akibatnya susah fokus di kerjaan dan jadi galauuu..hahaha lebay banget sih. Jadi kami berdua juga butuh waktu untuk catching up saat di rumah. Saya menyebut ini sebagai ‘’charging time’’.

That’s why, dari faktor waktu, saya dan suami sangat membutuhkan bantuan orang lain untuk mensupport our ‘charging times’ dan ‘me times’.

3.       Keluarga
Kebetulan keluarga saya dan suami tidak ada juga yang bisa dititipin anak, karena banyak hal, misalnya mertua saya sudah sepuh, kakinya sudah sakit dan juga sibuk karena masih aktif dengan kegiatan gereja; sedang mami saya juga sudah meninggal. Basically, anggota keluarga tidak ada yang available untuk menjaga anak-anak kami. Jadi opsi mencari tenaga tambahan dirasa penting.

Ada banyak faktor lain selain tiga hal di atas, tapi basically tiga hal di atas ini yang menjadi alasan utama, akhirnya saya ‘merem’dan ‘nerimo’ kalau kami memang butuh a new support system, yang namanya Nanny.

BUT….tetep ya, setiap hari saya tetep ada galaunya, ada keinginan untuk ‘megang’ anak sendiri. Sampai pernah saya nangis sendiri apalagi kalau dapat kabar anak sakit/jatuh..rasanya kaya pengen memutar waktu dan mencegah musibah-musibah semacam itu.

Beruntung saya tidak sendirian ya, banyak teman-teman kerja yang kurang lebih senasib dengan saya, bahkan ada yang lebih parah, karena harus meninggalkan anak-anaknya keluar kota dalam waktu lama. Setiap kali mengingat mereka-mereka working moms yang sedang berjuang, saya jadi semangat dan positif lagi. Untuk mengurangi dilema dan rasa bersalah, saya coba untuk melakukan kompensasi-kompensasi, seperti ini:

1.       Quality time
Sebisa mungkin, kalau saya sudah di rumah, saya akan ‘pegang’Alex sendiri, meskipun si nanny juga nganggur. Entah itu mandiin dia di pagi/sore hari, nyuapin makan/snack atau bacain dongeng atau nonton TV bareng. Saya percaya every little things we do together is important.
Setiap weekend, saya juga berusaha plan short holiday atau activity yang hanya melibatkan saya, suami dan Alex. Kalau ada acara ulang tahun, kondangan, saya juga lebih sering ga ngajak si Nanny.

Repot memang, tapi dengan begini saya merasa saya bisa mengenal dan keep on track dengan perkembangan Alex.

2.       Video call
Setiap jam istirahat, saya akan atur waktu untuk video call sebentar dengan Alex. Jadi setiap hari, meskipun saya sedang kerja di luar kota, Alex akan tetap berinteraksi dengan saya, walaupun sangat minim.

3.       Menyiapkan masa depan si kecil
Karena saya memutuskan untuk jadi working mom, maka saya percaya saya berkontribusi pada persiapan masa depan dia, tidak hanya secara finansial seperti asuransi ya, tapi juga menanamkan mindset ke Alex bahwa perempuan dan laki-laki adalah equal. Dua-duanya bisa bekerja secara profesional dan dua-duanya bisa juga mengerjakan pekerjaan rumah tangga (contohnya, suami saya sangat helpful, dia bisa sapu pel dan cuci piring tanpa diminta). Saya harap dia bisa jadi pribadi yang open mind dan laki-laki yang tidak malu untuk bekerja equally dengan perempuan.

4.       Memberikan kenangan
Y
ang ini masih on project di awan awan hahahaha. Saya juga berusaha untuk mengabadikan momen-momen kami bertiga, tapi masih di level pake hp sih; Rencananya ingin saya buatkan album hardcopy supaya Alex punya kenang-kenangan saat sudah besar nanti. Doakan ya supaya segera terealisasi..hehehe.

5.       Sharing is Caring
Cara terakhir saya adalah juga dengan cara sharing/curhat seperti ini. Menurut saya, sangat sah kalau punya dilemma kaya gini, karena berarti saya masih sayang sama anak saya. Sharing dengan teman-teman senasib, membantu saya menyadari bahwa that I am not alone dan percaya bahwa Tuhan juga turut campur tangan melindungi keluarga.

Kepada ibu-ibu bekerja di luar sana, semoga ibu-ibu semua diberkati kesehatan dan kekuatan seperti Wonder Woman dan pikiran positif dan semangat yang tidak pernah padam, karena seperti ibu-ibu rumah tangga, kita juga adalah pencipta ‘rumah’ (homemaker) di keluarga and here is a short quote for all moms out there:

“Anak yang LUAR BIASA tidak dididik oleh IBU yang biasa, maka BERJUANGLAH”
(quote dari salah satu grup WA)

Comeback

Hello fellas,

Wow, sudah setahun lebih ternyata saya tidak aktif blogging..tepatnya 18 bulan sudah. Malu euy..apalagi melihat blog-blog lain yang going stronger each days, but i put my thick face front lah..and proudly (or shamelessly) comeback to this blog of mine.

Tentunya selama 18 bulan ini banyak sekali yang sudah terjadi dan saya harus nyicil catch up news update baik untuk review-review ataupun sharing ga pentingnya..

See you in the next posting and happy fasting buat yang sedang menjalankan ibadah puasa!

 

 

End of Year

Here we are at the (2 days before) end of 2014. Most people will say, wow time flies! Well that’s definitely not true for me. This year I have yet again experienced alot of ups and downs, life is a rollercoaster could be my title for 2014.
At the beginning of 2014 I had to go through frequent cervical check ups in Singapore for pre-cancer suspect, which were not really amusing and had affected me (and my husband) alot throughout the year. I was always playing the what-if’s scenarios in my mind, and I was seriously depressed. I had became very negative towards people and very sensitive over trivia matters (and cried and wailed alot).

Short story, thanks to God, the last monthly check up done in June turned out to be positive, I was super relieved and happy. Not only that we can then continue the baby-program again but I becoming more and more positive. Still, we have to make planning for half yearly check up in Indonesia

The first 6 month of 2014 have changed me alot. I am now becoming more focus with myself, my husband, family and friends and getting back to the right track with God. My career ambitions becoming much less of focus, eventhough things at work was and is rather good for me. I have received a bonus for selling the first new product; I was nominated as a young talented potential and got accepted to follow an international course started in April 2015. These are the things that would make the old me very happy.

The new me is now easily amused by seeing simple cute things like youtube video about cats chasing lights.. The new me can somehow be sillier and spontaneous, like not having a plan at all or driving for miles everyday to home and to random places (I really hated driving before!).. The new me puts God and family first. I dont care if all the resolution I made last year didnt come to life because I have became a whole new person at the end of 2014 now and I am ready to embrace whatever lies in 2015!

What I had felt and experienced this year may not be as worse/good as yours, but I hope you are taking your time on these last two days of 2014 to see and know the new you.

Happy new year, happy people!

Dramas

I have been in regular basis watching Kdrama, and yes, initial reason was to check out the cuties and hotties of course! But since last year, I somehow became very picky and critical in watching the Kdramas. I am now really watching (no time skipping or recap readings beforehand) one or maybe two Kdramas at a time. It’s not that I have so high standards of dramas, but I feel that the bar was set somehow higher and higher (at least in Kdrama case, which I am gladly embracing it!).

While for Indonesian drama (aka Sinetron)…I am feeling sad and embarassed, it seemed that everybody in the industry only after the money (commercial break can take up to 10 minutes!!). Maybe I am the only one who is overthinking this, but I do feel pity for the Indonesian drama series. There were some real potentials I’ve seen in the past (Tersayang, for example), but today, every channel you check, there are these series of stereotypes in form of weekdays drama, 1 hour long, hundreds of thousands episodes, starred by similar casts who are most popular at that time (Nikita Willy for example…she is seriously everywhere that she started making me think if she’s an alien with super stamina). Personally, I strongly think that the industry should upgrade themselves and their audiences; try drama with simple but relatable twist of life, human casts (not only pretty face, but with emotion, both positive and negative, we’re all human afterall!) and good script! (don’t overstrecth it…if the drama is good, so let it ended and be remembered from it). And all in all, don’t copy any dramas! It’s like getting plastic surgery to look exactly the same as someone else but failing. I think remaking old drama is cool if the director and writer can really give (positively) different kick to audience.

Anyway, currently I am watching Kdrama: “High School Love On” and “Marriage, not Dating”. If you are a newbie in Kdrama, you may want to start with these two light dramas. I do think these types of dramas can be easily made in Indonesia. Really hope to see tiny light at the end of this tunnel.
I am considering to do recaps for drama that I watch or love..but hesitating alot coz of the commitments. But hey, who knows I might dip my toes someday 😉

 

 

Another Farewell Project

It’s been awhile since my last post. I dont feel guilty though coz I actually am having a REAL life and need to really do something real in reality. I know I know I sound boring.

Well, to make it up for the lost time, I will bombard you all with new updates and writing on my real and boring life.

Exactly today, I needed to create a farewell memento for a leaving colleague. With tight budget and timing, somehow I managed to compile this not-so-bad message board for her. (I had a phone call meeting, uploading files into company net AND do this project).

The concept is really simple, all you need to do are simply cut and paste 🙂 Here is the snapshow:

IMG-20140819-00419IMG-20140819-00418

I spent about Rp. 50.000,- (equal to around USD 5) for this project, cheapy cheapy eh?
Here is the breakdown if you dont buy me:
1. Photo print: Rp. 16.750
2. Green board: Rp. 16.000
3. Coloured papers: Rp. 10.000
4. Silver ribbons: Rp. 10.000

Neat, riiigght?

Hadiah Paling Berkesan

Saya akan mencoba lebih sering post hal-hal dengan bahasa Indonesia kali ini. Mungkin akan terdengar kaku, mohon dimaklumi ya, saya soalnya kurang pede kalau harus menulis dengan bahasa Indonesia, suka kebablasan pake bahasa Jawa ato bahasa Semarangan yang bisa bikin bingung khalayak ramai…

Akhir-akhir ini saya kepikiran untuk share dengan teman-teman tentang hadiah. Ya, siapa sih yang ngga suka dikasih hadiah? Apalagi hadiah yang berkesan dan pas banget dengan apa yang kita butuhkan atau yang kita sukai. Rasanya kita pengen tersenyum terus kalau pas dapet hadiah yang begitu kan? Nah, kalo si penerima happy, si pemberi pun ikut sumringah.

Berikut hasil iseng-iseng saya (engga kok engga magabu ;)) untuk beberapa idea untuk hadiah buat ayah, ibu, suami, pacar, adek, kakak, siapapun yang anda kasihi:

1. Scrapbook atau card
Yaahh, karena ini salah satu hobi saya, jadi saya paling suka membuat scrapbook dan kartu ucapan sendiri. Mungkin tidak semua orang suka dengan hadiah ini, jadi saya juga pilih-pilih target korban saya ya.
Kalau anda punya foto-foto candid dan lucu-lucu, kado ini juga bisa jadi pilihan yang berkesan, just be careful, biaya yang dikeluarkan bisa membengkak kalau tidak pintar-pintar memanfaatkan barang2 “scrap”.
2. Coupons
Jika anda terbatas dalam dana dan waktu, hadiah ini mungkin bisa jadi penyelamat.
Kita bisa memberi kupon pijat selama 30 menit atau kupon bersih-bersih selama 1 jam
3. Cakes, cupcakes or chocolates
Salah satu link yang ngga sengaja ketemu lewat mbah google: http://www.trulychoco.com (coklat tema sepak bolanya lucu banget)
4. Jam dinding unik
Hadiah ini cukup unik dan affordable, karna harganya berkisar antara Rp. 300ribuan (USD 30) cekidot: tokei indocraft ya agan2. Tapi ada yang bilang ngasih hadiah jam itu pamali, kalo pada masih percaya begituan ya mungkin hadiah ini kurang sesuai ya…
5. Figurine
Mahal memang (kisaran 700ribuan – 1jutaan), tapi kado ini cocok sekali untuk orang tua atau atasan atau rekan kerja yang akan pensiun (jadi bisa patungan belinya juga hehehe :p)
Awesome link to help: http://www.my3dfigure.com
6. Personalized T-shirt
Kita bisa bikin desain gambar atau tulisan yang unik lalu disablon ke tshirt
7. Shoes
There is a saying that great pair of shoes will take you to great places…jadi menurut saya, you can never go wrong with shoes 🙂
8. Video
Bagi yang kreatif dan lagi banyak waktu ide hadiah untuk buat video bisa jadi pilihan yang menarik. Banyak-banyak check ke youtube buat cari inspirasi aja. Recently I bumped into Tom Fletcher (from McFly) and his wife channel in youtube, video2 mereka lucu dan manis banget, langsung cek aja yah..
9. Sweet and simple dinner
Terkadang hal yang paling simple bisa memberikan dampak yang besar, dinner di rumah bersama keluarga dan/atau teman-teman terdekat malah mungkin jadi pilihan yang dianggap terlalu ‘biasa’ but sometimes less is more..
Masih banyak macam hadiah lainnya, pastikan saja hadiah yang dipersiapkan adalah yang sesuai dengan kantong anda ya, you should give with smile not debt!

Nah, apa hadiah paling berkesan yang pernah saya terima? Ini dia TOP 3 saya:
1. Ipod Nano dengan namaku terukir di belakangnya — so personal! and I was dreaming to buy one at that moment (pas bokek pula).
2. Homemade birthday cake — my sister baked her first cake for me dan ENAK BANGET!!! (dia pake telor ayam kampung 30 biji untuk 1 loyang kecil).
3. A pan of meatlover pizaa, a haagendasz ice tart and runningman new episodes — yang ini dari suami…dia persiapkan ini beberapa hari setelah ulang tahun saya, karena pas hari H nya dia sedang sakit typhus… terharu banget melihat dia cape2 nyiapin ini…

Apa kado terindahmu???

 

Makassar! Makan, Makan, Makan dan Makan…

Liburan lumayan panjang kemarin dari tanggal 28 Maret s.d 31 Maret kemaren kami sekeluarga bertandang ke Makassar. Maksud utama kunjungan kami ini sebenernya sih untuk dateng ke acara pertunangan sepupu saya, tapi kalau dipikir-pikir lagi, rasanya itu hanyalah alibi…karena acaranya sendiri itu cuma 2 jam, dan itupun acara kecil-kecilan yang notabene para sepupu-sepupunya ga perlu-perlu amat hadir sih, tapi yaaahh mumpung ada rejeki dan alesan ke Makassar, WHY NOT?

Langsung mari kita terjun ke foto-foto yang jadi tersangka utama gagalnya diet (dietku yang baru jalan satu minggu sudah rusak dengan sukses!!!)

1. Cafe Mama
Sampe2 di Makassar ntuh kira-kira jam 3 sore gitu, perut sebenernya engga laper sih, tapi karena panas banget cuacanya (alah alesannnnnn), jadi kami semua langsung cuss ke Cafe Mama buat menyantap es pisang ijo dan snack2 lokal lainnya (ga sempat kefoto semua karena tokonya rameee beut jadi kita juga buru2 pesennya dan buru2 habisinnya…) Ini bentuk si pisang ijo:
IMG-20140328-00195
Snack yang sempet kepoto (lupa namanya, tapi itu adalah kentang tumbuk sama durian…rasanya nano nano deh):
IMG-20140328-00194
.

2. Sop Saudara
Sop satu ini buka 24 jam bok…satu hari bisa masak 100 kilogram daging dan jeroan sapi…EDAN ngga tuh?
Makanan ini rada mirip sama soto sapi, tapi kuahnya beeehhhhhhhh…kentel banget sama bumbu dan kaldunya. Daging dan jeroannya juga empuk2 gimana gitu. Mantebh deh pokoke. Ini deretan mangkok2 dan daging paru yang tinggal nyomot:
DSCN0094

3. Seafood APONG
Yak, yang punya namanya pak APONG, dan kami kebetulan makan di cabang barunya dan yang empunya lg nongkrong di sono.
Pelayanannya oke banget, waktu nunggunya engga lama, ramah2, makanannya enak2 dan masaknya cepet loh.
Yang terfavorit di sini adalah Kepiting Telur Asinnya, lihatlah penampakannya yang bikin ngiler:
IMG_20140328_203203
saking populernya, menu satu ini bisa dibawa pulang dalam termos yang APONG sediakan, harga untuk 4 kilo kepiting di termos ini bisa sampe 1.4 juta men!

Kami juga mencicipi Ikan Kudu-kudu Bakar dan Ikan Sunu Goreng tepung, kedua ikan ini kaga ada di Jawa: IMG_20140328_202437

DSCN0203

IMG-20140328-00203

4. Nyuk Nyang Ati Raja
Kalo yang ini hidangannya mirip banget sama bakso sapi, kuahnya bening tapi berasa bumbunya, baksonya lembut tapi berasa daginginya…orang2 biasa makan ini bersama dengan barasa, semacam lontong gitu lah. Konon katanya banyak wisatawan juga membawa hidangan ini sebagai oleh-oleh favorit.
DSCN0307

5. Warung Bravo
Warung ini juga cetar banget…kami memesan es pallu butung, jalangkote (semacam pastel) dan pangsit mi…semuanya sedabbbb, sayang ga sempet jepret si pangsit mie nih…
IMG-20140329-00205

DSCN0196

DSCN0194

6. Pallu Basa Jl. Serigala
yang ini kaga ada fotonya karena aku gak terlalu doyan ya…tapi warung itu rame banget ga ada satu kursi kosong, begitu ada yang beranjak pergi, ada yang baru datang masuk, begitu terusss. Suami dan keluarga yang lain sih doyan banget, rasanya mereka ada fotonya, besok yah kalo udah nemu akan aku uplot.

Foodaholic Trip

Another post is comiiiiinnngg…please do not read this post with empty stomach! I warned you!

I wondered what would be the nicest job on earth? Right after I finished uploading my Singapore trip pics, I asked to myself, why cant I land a job that only allows me to travel the globe and eat delicious dishes and brag about them?? Why oh why…

I couldnt snap all the plates I had, mostly because I was too hungry to even bother the tradition (ritual org Indo: ambil foto, ngicip2, sadar kalo belom berdoa, berdoa beberapa detik, lalu makan), I expected tons of bones inside since you know, sting…ray..uh oh.:

Image

Pork Satay with Pineapple peanut sauce:
IMG-20140223-00158
A must eat – Singaporean typical Chicken Rice (accompanied by fu yung tan, shrimp roll, cakwe, kangkong and bbq pork):

Image

Cupcakes made by a colleague, looks like she hated Mario Bros that she made a poisonous mushroom look alike; they are yummy tho!:

Image

Last but not least…chili crab! they said it’s a Singaporean who found this dish…i’d say he/she must have married an Indo-Padang fella:

Image

Handmade creation ep.2

It’s Bee theme birthday gift for my friend’s baby boy:

baby bee theme 2baby bee theme 1

A very simple and easy to make kind of gift, I spent only two hours making it!

To make it, you can just take theme background from internet (I made this one by myself on MS word) and print cute bee characters and paste them with thick tape to make it 3D.
You can add abit of glitter here and there to make it sweeter.
You can basically buy frame anywhere, I got this one at Giant only for Rp. 10K!

For more ideas on free bee theme, you may check these cuties I found from other net sources ^^


Happy crafting!