Makassar! Makan, Makan, Makan dan Makan…

Liburan lumayan panjang kemarin dari tanggal 28 Maret s.d 31 Maret kemaren kami sekeluarga bertandang ke Makassar. Maksud utama kunjungan kami ini sebenernya sih untuk dateng ke acara pertunangan sepupu saya, tapi kalau dipikir-pikir lagi, rasanya itu hanyalah alibi…karena acaranya sendiri itu cuma 2 jam, dan itupun acara kecil-kecilan yang notabene para sepupu-sepupunya ga perlu-perlu amat hadir sih, tapi yaaahh mumpung ada rejeki dan alesan ke Makassar, WHY NOT?

Langsung mari kita terjun ke foto-foto yang jadi tersangka utama gagalnya diet (dietku yang baru jalan satu minggu sudah rusak dengan sukses!!!)

1. Cafe Mama
Sampe2 di Makassar ntuh kira-kira jam 3 sore gitu, perut sebenernya engga laper sih, tapi karena panas banget cuacanya (alah alesannnnnn), jadi kami semua langsung cuss ke Cafe Mama buat menyantap es pisang ijo dan snack2 lokal lainnya (ga sempat kefoto semua karena tokonya rameee beut jadi kita juga buru2 pesennya dan buru2 habisinnya…) Ini bentuk si pisang ijo:
IMG-20140328-00195
Snack yang sempet kepoto (lupa namanya, tapi itu adalah kentang tumbuk sama durian…rasanya nano nano deh):
IMG-20140328-00194
.

2. Sop Saudara
Sop satu ini buka 24 jam bok…satu hari bisa masak 100 kilogram daging dan jeroanĀ sapi…EDAN ngga tuh?
Makanan ini rada mirip sama soto sapi, tapi kuahnya beeehhhhhhhh…kentel banget sama bumbu dan kaldunya. Daging dan jeroannya juga empuk2 gimana gitu. Mantebh deh pokoke. Ini deretan mangkok2 dan daging paru yang tinggal nyomot:
DSCN0094

3. Seafood APONG
Yak, yang punya namanya pak APONG, dan kami kebetulan makan di cabang barunya dan yang empunya lg nongkrong di sono.
Pelayanannya oke banget, waktu nunggunya engga lama, ramah2, makanannya enak2 dan masaknya cepet loh.
Yang terfavorit di sini adalah Kepiting Telur Asinnya, lihatlah penampakannya yang bikin ngiler:
IMG_20140328_203203
saking populernya, menu satu ini bisa dibawa pulang dalam termos yang APONG sediakan, harga untuk 4 kilo kepiting di termos ini bisa sampe 1.4 juta men!

Kami juga mencicipi Ikan Kudu-kudu Bakar dan Ikan Sunu Goreng tepung, kedua ikan ini kaga ada di Jawa: IMG_20140328_202437

DSCN0203

IMG-20140328-00203

4. Nyuk Nyang Ati Raja
Kalo yang ini hidangannya mirip banget sama bakso sapi, kuahnya bening tapi berasa bumbunya, baksonya lembut tapi berasa daginginya…orang2 biasa makan ini bersama dengan barasa, semacam lontong gitu lah. Konon katanya banyak wisatawan juga membawa hidangan ini sebagai oleh-oleh favorit.
DSCN0307

5. Warung Bravo
Warung ini juga cetar banget…kami memesan es pallu butung, jalangkote (semacam pastel) dan pangsit mi…semuanya sedabbbb, sayang ga sempet jepret si pangsit mie nih…
IMG-20140329-00205

DSCN0196

DSCN0194

6. Pallu Basa Jl. Serigala
yang ini kaga ada fotonya karena aku gak terlalu doyan ya…tapi warung itu rame banget ga ada satu kursi kosong, begitu ada yang beranjak pergi, ada yang baru datang masuk, begitu terusss. Suami dan keluarga yang lain sih doyan banget, rasanya mereka ada fotonya, besok yah kalo udah nemu akan aku uplot.

Advertisements

Foodaholic Trip

Another post is comiiiiinnngg…please do not read this post with empty stomach! I warned you!

I wondered what would be the nicest job on earth? Right after I finished uploading my Singapore trip pics, I asked to myself, why cant I land a job that only allows me to travel the globe and eat delicious dishes and brag about them?? Why oh why…

I couldnt snap all the plates I had, mostly because I was too hungry to even bother the tradition (ritual org Indo: ambil foto, ngicip2, sadar kalo belom berdoa, berdoa beberapa detik, lalu makan), I expected tons of bones inside since you know, sting…ray..uh oh.:

Image

Pork Satay with Pineapple peanut sauce:
IMG-20140223-00158
A must eat – Singaporean typical Chicken Rice (accompanied by fu yung tan, shrimp roll, cakwe, kangkong and bbq pork):

Image

Cupcakes made by a colleague, looks like she hated Mario Bros that she made a poisonous mushroom look alike; they are yummy tho!:

Image

Last but not least…chili crab! they said it’s a Singaporean who found this dish…i’d say he/she must have married an Indo-Padang fella:

Image